Senin, 29 Mei 2017

Melakukan perbaikan konektifitas Jaringan


Persiapan untuk melakukan perbaikan konektifitas jaringan pada komputer client yang

bermasalah harus terlebih dahulu mengetahui peralatan-peralatan yang akan digunakan dan

dibutuhkan dalam jaringan tersebut. Selain peralatan dalam proses perbaikan konektifitas kita

juga harus mengetahui jenis topologi jaringan yang digunakan oleh komputer client tersebut.

Hal ini dilakukan agar dalam proses persiapan dan proses perbaikan kita tidak menggunakan

sistem trial and error yang berarti kita hanya mencoba-coba saja tanpa mengetahui

permasalahan yang dihadapi sebenarnya. Pada pembahasan berikut akan membahas tentang

persiapan perbaikan konektiftas pada jaringan dengan topologi Bus dan Star. Alasan

pembahasan hanya pada jaringan dengan topologi Bus dan Star karena kedua jaringan paling

bayak digunakan.

1) Persiapan Perbaikan Konektivitas pada Jaringan dengan Topologi Bus

Merupakan topologi fisik yang menggunakan kabel Coaxial dengan menggunakan T-

Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu

kabel yang kedua ujungnya ditutup serta sepanjang kabel terdapat node-node.

Karakteristik topologi Bus adalah:

- merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-

node.

- Paling prevevalent karena sederhana dalam instalasi - Signal merewati 2 arah dengan satu

kabel kemungkinan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data).

- Permasalahan terbesar jika terjadi putus atau longgar pada salah satu konektor maka seluruh

jaringan akan berhenti

- Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana signal diterima dan dikirim pada setiap

alat/device yang tersambung pada satu garis lurus (kabel), signal hanya akan ditangkap oleh

alat yang dituju, sedangkan alat lainnya yang bukan tujuan akan mengabaikan signal

tersebut/hanya akan dilewati signal.

Persiapan yang dilakukan adalah dengan mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau bahan

yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah:

a) Kartu Jaringan (Network Interface Card/ LAN Card)

Sebuah kartu jarinagn (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah

motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat

dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya pada PC terdapat dua

jenis yakni PCI dan ISA.

b) Kabel dan konektor

Kabel yang digunakan untuk jaringan dengan topologi Bus adalah menggunakan kabel

coaxial. Kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan

medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor dan sistem

radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut. Jenis kabel

coaxial diantaranya kabel TV (kabel Antena), thick

coaxial dan thin coaxial kecepatan transfer rate data maximum 10 mbps.

Kabel Coaxial atau kabel RG-58 atau kabel 10base2 (ten base two) memiliki jangkauan

antara 300 m dan dapat mencapai diatas 300m dengan menggunakan repeater. Untuk dapat

digunakan sebagai kabel jaringan harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dengan

diameter rata-rata berkisar 5 mm dan biasanya berwarna gelap.

Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi Bus adalah dengan menggunakan

konektor BNC. Konektor BNC ada 3 jenis yakni:

a) Konektor BNC

Konektor BNC yang dipasangkan pada ujung-ujung kabel coaxial.

b) TerminatorBNC

Konektor BNC dipasangkan pada ujung-ujung Jaringan dengan Topologi Bus yang memiliki

nilai hambatan 50 ohm.

c) TBNC

Adalah konektor yang dihubungkan ke kartu jaringan (LAN Card) dan ke Konektor BNC

ataupun ke terminator untuk ujung jaringan.

2) Persiapan Perbaikan konektifitas pada Jaringan dengan topologi Star

Topologi Star adalah topologi setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai

konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan. Topologi ini

banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahkan untuk menambah, megurangi dan

mendeteksi kerusakan jaringan yang ada. Panjang kabel tidak harus sesuai (matching).

Kerugian terjadi pada panjang kabel yang dapat menyebabkan (loss effect) karena hukum

konduksi, namun semua itu bisa diabaikan. Karateristik topologi Star adalah:

a) Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node

ke central node dan kembali lagi.

b) Mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung

ke central node.

c) Keunggulan jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya pada node tersebut

yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain

d) Dapat digunakan kabel lower karena hanya menghandle satu traffic node dan biasanya

menggunakan kabel UTP.

Persiapan yang harus dilakukan adalah mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau bahan

yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah:

a) Kartu Jaringan (Network Interface Card/ LAN Card)

Sebuah kartu jarinagn (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah

motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat

dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya untuk jaringan

menggunakan topologi star menggunakan kartu jaringan jenis PCI.

b) Kabel dan Konektor

Kabel yang digunakan dalam Jaringan dengan topologi star adalah UTP (Unshielded Twisted

Pair). Merupakan sepasang kabel yang dililit satu sama lain dengan tujuan mengurangi

interferensi listrik yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai

dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel). UTP dapat mempunyai transfer rate 10 mbps

sampai dengan 100 mbps tetapi mempunyai jarak pendek yaitu maximum 100m. Umumya di

Indonesia warna kabel yang terlilit adalah (orangeputih orange), (hijau-putih hijau), (coklat-

putih coklat) dan (biruputih biru).

Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi star dengan kabel

UTP (Unshielded Twisted Pair) yakni menggunakan konektor RJ 45 dan untuk mengepres

kabel menggunakan tang khusus yakni Cramping tools.

Susunan Kabel :

Memperbaiki Konektifitas Jaringan pada PC

Perbaikan konektifitas merupakan tindakan untuk memperbaiki atau menghubungkan

komputer client dengan komputer jaringan. Tindakan yang dilakukan adalah termasuk

pemasangan dan konfigurasi ulang perangkat yang diganti. Pada pembahasan berikut akan

membahas pada perbaikan konektifitas pada jaringan dengan Topologi Bus dan Topologi

Star. Hal ini dilakukan untuk lebih memperdalam bahasan sesuai dengan kegiatan belajar

yang pertama. Tindakan perbaikan konektifitas jaringan melalui beberapa tahap yakni:

1) Pemasangan Kartu Jaringan (LAN Card) pada Motherboard

Pemasangan Kartu jaringan pada motherboar disesuaikan dengan kartu jaringan yang dimiliki

apakah menggunakan model ISA atau PCI. Kartu jaringan model ISA tidak dapat

dipasangkan pada slot PCI dan sebaliknya. Jadi pemasangan kartu jaringan harus sesuai

dengan slot ekspansinya. Karena ukuran slot ekspansi yang tidak sama maka mempermudah

dalam pemasangan sehingga tidak mungkin tertukar. Pemasangan kartu jaringan dapat

dilakukan pada slot manapun selama slot tersebut tidak dipakai oleh komponen lain atau

masih kosong. Karena apabila anda memindah komponen yang sudah ada maka saat

menghidupkan komputer windows akan mendeteksi ulang pada seluruh komponen sehingga

akan melakukan inisialisasi ulang ini terjadi pada windows 98, Windows 2000 dan windows

XP.

2) Pemasangan Kabel pada Konektor

a) Pemasangan Kabel Coaxial dan Konektor BNC Pemasangan Kabel Coaxial dan konektor

BNC harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai terjadi short atau hubung singkat

karena dapat menyebabkan kabel yang kita buat membuat sistem jaringan menjadi down.

Pengecekan apakah kabel tersebut dalam kondisi yang baik atau tidak putus ditengah juga

harus dilakukan karena ini juga sebagai antisipasi supaya tidak terjadi kegagalan konektifitas.

Pengecekan dapat dilakukan dengan multimeter pada kedua ujung apakah ada short atau

putus tidak. Jika tidak ada maka dapat dilakukan penyambungan Kabel Coaxial pada

konektor BNC. Setelah selesai penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC harus di

cek lagi apakah ada short atau putus dalam kabel tersebut dengan menggunkan multimeter.

b) Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45

Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45 untuk jaringan susunan kabel harus dilakukan

standarisasi dengan tujuan untuk mempermudah dalam penambahan jaringan baru tanpa

harus melihat susunan yang dipakai jika telah menggunakan standarisasi pengurutan kabel

UTP ke konektor RJ 45.

Pengkabelan menggunakan Kabel UTP terdapat dua metode yaitu:

1. Kabel Lurus (Straight Cable)

Kabel lurus (Straight Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang

lainnya adalah sama. Kabel lurus (Straight Cable) digunakan untuk menghubungkan antar

workstation (Client) dengan Hub/Switch.

Skema Pengkabelan Lurus adalah antara konektor 1 dengan konektor 2 sebagai berikut:

Pengawatan dalam Kabel Lurus (Straight Cable)

Hubungan dalam Kabel Silang (Crossover Cable)

Kabel Silang (Crossover Cable )

Pengiriman dan penerimaan data kabel silang (Crossover Cable) dari komputer ke komputer

sebagai berikut:

Pengiriman dan Penerimaan Data pada Kabel Silang

(Crossover Cable)

3) Pemasangan Konektor pada sistem Jaringan

a) Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus

Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus yang

menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus

menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat

node-node.

Gambaran pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi

Bus adalah sebagai berikut:

Gambaran Pemasangan Kabel UTP dengan

Konektor RJ 45 pada Jaringan dengan Topologi Star

4) Seting konfigurasi (penginstalan driver kartu jaringan, pemilihan Protocol, Pengisian IP

Address, subnet mask dan workgroup. Apabila secara hardware semua telah terpasang

dengan baik maka langkah selanjutnya adalah konfigurasi secara software yang dapat

dilakukan dengan cara:

a) Penginstallan Driver Kartu Jaringan (LAN Card)

Penginstalan driver dilakukan apabila kartu jaringan belum terdeteksi dikarenakan tidak

suport Plug and Play (PnP). Hal ini disebabkan karena driver dari sistem operasi (98/Me)

yang digunakan tidak ada sehingga memerlukan driver bawaan dari kartu jaringan tersebut.

Cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara: Klik start pada windows 98/me >> setting >>

Control Panel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar